Peluang Bisnis Sepeda Motor Bekas

1,995 views February 19th, 2011 by admin Leave a reply »

Meningkatnya penjualan sepeda motor baru di pasar nasional, ikut menggerakkan bisnis sepeda motor bekas alias second hand. Hal ini dikemukan oleh oleh Termos (PT Terminal Motor Seken), anak usaha dari Wahana Group, dealer utama Honda sepeda motor di Jakarta-Tanggerang. Carlos Sanusi, Direktur Pelaksana Termos menjelaskan, meski baru tahun kedua (sejak 2008) menjalankan bisnis motor bekas, potensi pasarnya terbilang besar.

“Apalagi menjelang lebaran, penjualan di Agustus saja mencapai 300 unit. Naik sampai 200 persen dari tahun lalu,” ujar Carlos di Jakarta, semalam. Dari Januari-Juli 2010, Termos sudah mencatatkan penjualan menembus 2.000 unit. Sampai penutup tahun, ditargetkan penjualan mencapai 2.500 unit. Carlos mengaku, potensi pasar jauh lebih besar. Masalanya, pasokan unit minim. Permintaan tak sebanding dengan pasokan unit bekas.

“Kami mengambil unit dari perusahaan mitra kami seperi MotoRent dan leasing (perusahaan pembiayaan) seperti WOM, Adira dan FIF. Tahun ini, jumlah unit yang ditarik karena kredit macet kecil sekali. Akibatnya, pasokan kurang,” beber Carlos.

Termos saat ini menjual tak hanya satu merek. Dari total penjualan, ternyata jenis skutik dan bebek yang paling banyak dicari. Meski bekas, 80 persen penjualan dilakukan melalui kredit.

MotorRent Sementara itu, bisnis sewa sepeda motor di tanah air juga terus menunjukan perkembangannya. MotorRent (PT Wahana Artha Motorental) – anak Wahana Group – menyatakan, berbagai perusahaan kini lebih memilih menyewa sepeda motor ketimbang harus memiliki.

Titi Pramudya, Direktur Pelaksana MotoRent mengatakan, saat ini perusahaanya telah memiliki berbagai mitra kerja mulai dari perusahaan perbankan sampai bisnis konsumsi. “Kebanyakan klien kami dari perbankan, yaitu BRI, BCA, Danamon, serta Kentuky Fired Chicken dan Pizza Hut. Semua menyewa sepeda motor dari kami,” beber Titi.

Tujuh bulan pertama tahun ini, MotoRent telah mengantungi 7.000 unit penyewaan motor, sebagian besar untuk jasa pengiriman barang. Jumlah ini meningkat dari 2009, 4.500 unit.

“Mayoritas, sepeda motor murah dan porsinya mencapai 80 persen. Sisanya tipe sport, lumayan juga kontribusinya,” tambah Titi.

Sepeda motor disewakan mulai dari @Rp500.000 sampai Rp700.000 setiap unit per bulan. Dari dana itu, perusahaan penyewa mendapat fasilitas mulai dari asuransi, bebas biaya perawatan,dan penggantian unit kalau terjadi kerusakkan mendadak.

Sumber : kompas.com

Artikel Terkait:

Pencarian Kata Kunci Untuk Artikel ini :

Leave a Reply

*

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.
You might also likeclose